Minggu, 26 Mei 2013

Biografi singkat Ki Hajar Dewantara

Diposkan oleh Nurul Fadillah di 5/26/2013 09:51:00 AM
Reaksi: 

Saya mencoba mengangkat konsep dan keteladanan kepemimpinan yang dikembangkan oleh tokoh pendidikan nasional yang bahkan hari lahirnya kita peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional pada setiap tanggal 2 Mei. Tokoh yang saya maksud adalah Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh nasional yang merupakan pahlawan perintis kemerdekaan. Melalui pemikiran dan keteladanan tokoh pendidikan nasional tersebut kita akan belajar bahwa konsep kepemimpinan barat dan timur pada dasarnya tidak berbeda dalam prinsip dan hakikatnya. Mungkin yang kita perlukan adalah menggali lebih dalam konsep pemikiran para tokoh dari Timur yang sering kali lebih banyak yang tersirat daripada yang tersurat. Demikian halnya konsep kepemimpinan menurut Ki Hajar Dewantara, harus kita jabarkan dan uraikan dengan bahasa yang lebih menyentuh tataran praktis, bukan sekedar teori ataupun filosofi belaka. 

Raden Mas Suwardi Suryaningrat yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Setelah tamat sekolah menengah ELS, ia melanjutkan studi ke STOVIA (Fakultas Kedokteran) dan kemudia mulai menulis di beberapa surat kabar. 

Pada tahun 1912, ia mendirika Indische Partij bersama dr. Setiabudi dan dr. Cipto Mangunkusumo. Kegiatannya dalam politik itulah yang menyebabkan ia dibuang ke Belanda. Pada bulan Agusus 1913, ia juga ikut membentuk Komite Bumiputera. Ki Hajar Dewantara mendirian perguruan Taman Siswa pada tanggal 2 Juli 1922 sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa menuju kemerdekaan. Ketika itulah ia memperkenalkan konsep kepemimpinan yang kemudian menjadi semboyan Taman Siswa sampai saat ini. Konsep tersebut adalah:



Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan)
Ing Madyo Mangun Karso (di tengah membangun semangat)
Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan)

Ki Hajar Dewantara meninggal pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Untuk menghormati jasa beliau dalam bidang pendidikan, Pemerintah RI menetapkan hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. 

Sumber :
Adhi, Ariwibowo Suprajitno, 2009, Sang Guru-Bertutur tentang Kehidupan, Jakarta: PT Elex Media Komputindo

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan cuma jadi silent reader, komennya ditunggu untuk perbaikan blog ini ^^

 

Coretan Si Pingu Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review