Minggu, 26 Mei 2013

Konsep Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara

Diposkan oleh Nurul Fadillah di 5/26/2013 10:09:00 AM
Reaksi: 

Konsep pemikiran tentang kepemimpinan menurut Ki Hajar Dewantara mencakup tiga filosofi yang dapat dikatakan telah mencakup berbagai dimensi yang diperlukan dalam kepemimpinan. Oleh karenanya, saya menyebutnya kepemimpinan paripurna atau kepemimpinan menyeluruh yang mencakup seluruh aspeknya, yang menurut penulis Ken Blanchard adalah the heart (hati-karakter), the head (kepala-metode), dan the hands (tangan-perilaku) dari kepemimpinan.

Seorang pemimpin seperti misalnya seorang CEO (Chief Executive Offiicer) dalam dunia bisnis adalah sekaligus team leader bagi para karyawan yang berada di organisasi, sebagai partner dan penanggungjawab bisnis bagi para shareholders.

"The task of the leader is to get his people from where they are. . .to where they have not been."
_Henry Kissinger_

ING NGARSO SUNG TULODO
Prinsip pertama kepemimpinan menurut Ki Hajar Dewantara adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, di depan memberi teladan. Seorang pemimpin berjalan di depan orang-orang yang dipimpinnya menuju arah tujuan yang diharapkan. Menurut konsep barat, filosofi ini dapat diterjemahkan menjadi tiga prinsip kepemimpinan yaitu:

1. Leadership begins with a clear vision
Sebenarnya, ada dua peranan atau tugas dalam kepemimpinan, yaitu visionary role (doing the right things) dan implementation role (management-doing the things right). Seorang pemimpin haruslah merupakan kombinasi dari kedua peranan tersebut (doing the right things right). Seorang pemimpin bukanlah sekedar seorang manajer yang hanya sekadar memastikan bahwa program dan tujuan organisasi dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. 
Tugas utama seorang pemimpin adalah menggerakkan organisasi menuju sebuah tujuan di masa depan. Oleh karena itu, kepemimpinan harus diawali dengan sebuah visi yang jelas. Selanjutnya adalah bagaimana memastikan bahwa semua pihak atau stakeholders organisasi yang dipimpinnya mengetahui dan memahami secara jelas visi yang ingin dicapai organisasi. Ini adalah rahasia pertama konsep manajemen yang ditulis oleh Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson dalam buku mereka yang sangat terkenal, The One Minute Manager.  Bayangkan sebuah permainan sepak bola tanpa ada gawangnya. Ini akan membuat seluruh pemain frustasi dan bergerak tanpa tujuan. 
Ada tiga hal yang perlu dipahami oleh seluruh stakeholders berkenaan dengan visi organisasi, yaitu yang menyangkut: purpose (sering kali diterjemahkan sebagai misi dari organisasi--untuk apa organisasi didirikan), values (nilai-nilai luhur yang diyakini dan diterapkan secara konsisten dalam organisasi, misalnya keunggulan, kejujuran, kekeluargaan, percaya kepada Tuhan YME, dan lain-lain), dan goals (target-target yang ingin dicapai oleh organisasi dalam kurun waktu tertentu)

2. There is no respect without trust. There is no trust without integrity. 
Agar dapat menjadi pemimpin yang efektif, kita memerlukan rasa hormat (respect) yang mendalam dari setiap orang yang kita pimpin. Tanpa adanya rasa hormat tersebut kita tidak bisa berharap mereka dapat termotivasi dan memiliki antusiasme dalam mewujudkan visi dan tujuan organisasi. Namun, respek tidak timbul begitu saja, melainkan dari sebuah proses yang dibangun melalui dasar kepercayaan (trust) yang mendalam dan kepercayaan berasal dari integritas yang kita bangun secara terus-menerus. 
Integritas merupakan karakter utama yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Paling tidak ada beberapa kebiasaan yang dapat membangun integritas seorang pemimpin yaitu antara lain:
INTEGRITAS
Selalu menepati janji
Senantiasa menunjukkan konsistensi dalam sikap, perkataan, dan perbuatan
Senantiasa memegang komitmen (hal-hal yang telah disepakati bersama) dan tanggung jawa
Satu kata dan perbuatan
Kejujuran dan keterbukaan
Menepati dan menghargai waktu
Menjaga prinsip-prinsip yang diyakini

3. Lead by examples
Keteladanan merupakan hal utama dalam kepemimpinan. Keseharian kita dalam sikap, perilaku, dan perbuatan merupakan panutan bagi mereka yang kita pimpin. Kita sering melihat anak-anak atau remaja melakukan hal-hal yang tidak patut karena orang tua mereka tidak pernah memberi keteladanan dalam sikap dan perbuatan sehari-harinya. Sesungguhnya, apa yang dilakukan generasi muda adalah cermin keteladanan dari generasi tua. Jadi, jika terjadi banyak penyimpangan dalam sikap dan perilaku remaja (termasuk tawuran, narkoba, pergaulan bebas, tidak disiplin, dan sebagainya), penyimpangan tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan proses peniruan terhadap sikap dan perilaku para pemimpin bangsa.


ING MADYO MANGUNKARSO

Berarti seorang pemimpin seharusnya melengkapi setiap anggotanya dengan kemampuan untuk mengenali potensi dirinya, kemampuan untuk mendayagunakannya, serta kemampuan untuk belajar guna meningkatkan potensi dirinya secara terus menerus. Pendeknya, kepemimpinan berarti menginspirasi, memotivasi, dan menumbuhkan antusiasme kepada diri sendiri atau sesama anggota tim untuk mengoptimalkan kemampuannya. 

4. Leader as a performance coach
Seorang pemimpin adalah penjaga standar mutu bagi organisasi yang dipimpinnya. Ia sekaligus pelatih bagi setiap orang yang berada diorganisasinya untuk menjadi yang terbaik dan memberikan kinerja tinggi bagi organisasi. 
Ada lima tahapan yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin untuk meningkatkan kinerja orang-orang yang dipimpinnya:
a. TELL : sampaikan dengan jelas apa yang harus mereka lakukan
b. SHOW : tunjukkan caranya
c. TRY : beri kesempatan mereka untuk mencoba
d. OBSERVE : amati hasil yang dicapai atau proses yang dilakukan
e. PRAISE and REDIRECT : berikan pujian yang tulus untuk setiap kinerja atau kemajuan yang dicapai, atau arahkan ke hal-hal yang menjadi kekuatan mereka jika mereka tidak berhasil dalam tugas tertentu. 

Tugas utama seorang pemimpin adalah memastikan bahwa semua orang dalam organisasinya senantiasa berupaya untuk menjadi lebih baik dan senantiasa belajar, berubah, dan bertumbuh. Ukuran yang dipakai oleh seorang pemimpin adalah apakah orang-orang yang saya pimpin menjadi lebih baik dan lebih baik setiap waktu. 

5. Leader creates winning team
Fungsi seorang pemimpin adalah membangun sebuah tim yang dapat menghasilkan sinergi. Keberhasilan kita menjadi seorang pemimpin bergantung pada kemampuan kita membangun dan mengoptimalkan setiap individu dalam tim sehingga dapat menimbulkan suatu hal yang disebut Pat Williams, sinkronisasi, yaitu suatu momen ketika seluruh tim bergerak sebagai satu kesatuan, semua energi tim berdenyut dalam kesatuan, dalam kesearahan, dan harmonis mengalir tak terbendung ke arah sasaran atau tujuan bersama. 

Pat Williams dalam bukunya tersebut menguraikan delapan prinsip kemenangan dan keberhasilan sebuah tim sebagai berikut:
a. Memperoleh bakat terbaik (talents)
b. Mendemonstrasikan dan mengembangkan kepemimpinan (leadership)
c. Merangsang komitmen tim (commitment)
d. Memberi inspirasi kemauan dan antusiasme tim (inspiration enthusiasm)
e. Membangun sikap tim yang kuat (attitude)
f. Memberikan dorongan semangat dan motivasi kepada individu supaya menonjol dilingkungan tim (empowering)
g. Menciptakan suasana dalam tim atas dasar saling percaya dan saling menghormati (trust and respect)
h. Membangun suatu pondasi karakter tim dan individual (character)

Melalui prinsip-prinsip tersebut seorang pemimpin dapat menciptakan sinergi dalam tim untuk mencapai visi dan sasaran bersama.

6. Leader performs great communication skills
Sebagai pemimpin, salah satu tanggung jawab kita adalah membangun budaya dan sistem komunikasi yang efektif dan terbuka dalam organisasi. Mengapa demikian? Sistem komunikasi yang efektif antara pemimpin dan seluruh anggota organisasi merupakan syarat utama bagi tim untuk dapat bergerak menuju sasaran bersama.

Komunikasi yang baik mutlak harus ada dalam sebuah organisasi untuk mencapai sasaran atau target tertentu. Kecepatan dan efektivitas komunikasi sering kali menjadi penentu utama dalam efektivitas organisasi.Oleh karena itu, untuk membangun efektivitas organisasi, sebagai pemimpin kita harus mampu membangun komunikasi tersebut.

Salah satu cara efektif untuk membangun komunikasi adalah dengan menerapkan hukum komunikasi yang terdiri atas: Respect (rasa saling menghargai dan menghormati)
Audible (menggunakan saluran atau media yang efektif)
Clarity (jelas dan dapat dimengerti pesannya)
Humble (rendah hati).

7. Leader applies HEDGEHOG CONCEPT
Konsultan bisnis terkemuka Jim Collins dalam bukunya Good to Great yang didasarkan pada hasil riset terhadap sejumlah perusahaan terbaik di Amerika Serikat menemukan bahwa untuk membangun organisasi yang hebat, kita harus memerhatikan tiga hal berikut, yaitu:
a. What you are deeply passionate about.
Organisasi terbaik selalu berfokus pada kegiatan atau bidang yang dapat menyalakan gairah dan semangat kerja seluruh anggotanya
b. What you can be the best in the world at.
Bidang apa yang kita dapat menjadi yang terbaik. Ini bukan sekedar kompetensi dalam bidang tertentu, tetapi lebih dari itu adalah sesuatu yang sangat kita kuasai dan kita dapat menjadi yang terbaik di bidang itu. Berfokus pada bidang yang dapat menjadikan organisasi Anda terbaik di bidang tersebut.
c. What drives you economic engine.
Kita harus berfokus pada bidang kegiatan yang dapat menghasilkan cashflow dan profitability.

8. Leader encourages a Never-Ending Innovation
Sebagai pemimpin, kita harus memiliki jiwa entrepreneurship yang harus senantiasa kreatif dan inovatif, dan berupaya untuk selalu menjadi yang terdepan. Sikap ini diperlukan untuk menghadapi setiap perubahan dalam lingkungan internal ataupun eksternal organisasi. Beberapa strategi berikut dapat kita gunakan sebagai arahan untuk mengembangkan sikap kreatif dan inovatif.
a. Pertama, buatlah komitmen bahwa keberhasilan kita di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan kita menghasilkan hal-hal baru, pelayanan baru dan cara-cara baru untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik. Komitmen atau kesepakatan ini akan memotivasi kita pada keyakinan yang teguh bahwa berkreasi dan inovasi itu harus sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai hal yang tidak bisa ditinggalkan.
b. Kedua, berkerasilah dan berinovasilah dari keunggulan utama (core competence) kita. Temukan apa yang menjadi keunggulan kita dan fokuskan pada kekuatan yang kita miliki. Gunakan semua itu sebagai sumber ide menciptakan sesuatu yang unik. Sebagai contoh, keunggulan di bidang olahraga, keunggulan di bidang kesenian, keunggulan dibidang sains dan matematika dan lainnya. Dengan pengertian yang sama, kita memiliki kesempatan untuk berkreasi dengan sukses jika membangunnya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman kita yang luar biasa.
c. Ketiga, pasangan terbaik dalam berkreasi dan inovasi adalah pelanggan. Pahamilah pelanggan lebih dalam dan jadikan sebagai sumber ide baru. Dalam penelitiannya, Eric von Hippel dari Institut Teknologi Massachuseetts mendapatkan bahwa kurang lebih 80% produk-produk baru, sumber idenya berasal dari pemecahan problem pelanggan. Semakin memahami pelanggan dan masalah-masalahnya kita akan semakin dapat menemukan ide-ide kreatif yang menguntungkan.
d. Keempat, selalu mengembakan iklim berkreasi dan invoasi. Menciptakan iklim berkreasi akan mendorong dan memotivasi kita untuk terus menciptakan ide-ide baru.


TUT WURI HANDAYANI

Seorang pemimpin baru dapat dikatakan sukses jika walaupun tanpa kehadirannya secara fisik, organisasinya masih tetap dapat menunjukkan prestasi dan kinerja yang tinggi. Pemimpin yang hebat membangun organisasinya sedemikian hingga dapat senantiasa bertumbuh, maju dan berkembang dengan sendirinya. Pemimpin yang sukses adalah ketika dia dapat menjadi pemimpin bagi kehidupan dan jiwa-jiwa dari orang-orang yang dipimpinnya. 

To be continued -->>

Ingin Post ini lebih lanjut??? Hubungi 089610310610

2 komentar:

Ashar Wahyu mengatakan...

keren bermaanfat banget

amir umalekhay mengatakan...

sekarang hanya satu yang digunakan dlam pendidikan skrang,...ketiga konsep tersebut harus dijalankan sepenuhnya, Segitiga Emas....

Poskan Komentar

Jangan cuma jadi silent reader, komennya ditunggu untuk perbaikan blog ini ^^

 

Coretan Si Pingu Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review